Media Pembelajaran Tiga Dimensi

Media Tiga Dimensi
Media tiga dimensi adalah media yang berupa model, boneka atau benda sesungguhnya. Model adalah tiruan tiga dimensional dari beberapa objek nyata yang terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal, terlalu jarang atau terlalu ruwet untuk dibawa ke dalam kelas dan dipelajari siswa dalam wujud aslinya. Model padat, model penampang, model susun, model kerja dan diorama.
1. Model padat
Model padat biasanya memperlihatkan bagian permukaan luar dari objek dan acapkali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utama dari bentuk, warna dan susunannya. Kegiatan membuat model oleh para siswa sangat bermanfaat dalam mengembangkan konsep realistic pada dirinya. Misalnya siswa diberi tugas membuat peta timbul, gunung api, pegunungan dan sebagainya.
2. Model Penampang
Model penampang yaitu media tiga dimensi yang memperlihatkan bagaimana sebuah objek tampak, apabila bagian permukaannya dibuang untuk mengetahui susunan dalamnya, misalnya model penampang melintas dari lapisan bumi.
3. Model susun
Model susun terdiri dari beberapa bagian objek yang lengkap atau sedikitnya suatu bagian penting dari objek itu. Seorang guru mempersiapkan peta yang terbuat dari kayu atau benda padat lainnya yang terdiri dari bagian-bagian tertentu. Selanjutnya siswa disuruh menyusun bagian-bagian itu agar ia bermakna
4. Model kerja
Model kerja adalah tiruan dari suatu objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli dan mempunyai beberapa bagian dari benda yang sesungguhnya. Misalnya pembuatan alat pengukur kekuatan gempa (seismograg), pembuatan alat pengukur hujan (hygrometer), bendera angina, winscope tata surya dan sebagainya.
5. Diorama
Diorama adalah sebuah pemandangan tiga dimensi mini, bertujuan untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya. Dalam mata pelajaran geografi dibuat diorama berupa gua tiruan dengan bahan dari kertas semen bekas. Disana dapat dilihat stalaktit dan stalakmit, bisa juga dibuat mengenai lingkungan hidup dan sebagainya

MACAM DAN JENIS-JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Post by Sarna Suryana di 8/12/2009
1. Macam Media
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, kita dapat mempergunakan bermacam-macam bentuk media pembelajaran, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Macam-macam media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar, dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Bahan publikasi : Koran, majalah, buku.
b. Bahan bergambar : gambar, bagan (chart), peta, poster, foto, lukisan, grafik, diagram.
c. Bahan pameran : bulletin board, papan flannel, papan magnet, papan demontrasi.
d. Bahan proyeksi : film, film strip, slide, transparansi, OHP.
e. Bahan rekaman audio : tape cassette, piringan hitam, kaset video.
f. Bahan produksi : kamera, tape recorder
g. Bahan siaran : program radio, program televise
h. Bahan pandang dengar (audio visual) : TV, film suara, slide suara
i. Bahan model/benda tiruan : model irisan penampang batang, model torso tubuh manusia.
Beraneka ragamnya media tersebut, dapat dilihat dari mulai yang sederhana sampai yang kompleks dan dari yang murah sampai yang termahal dan masing-masing mempunyai karakteristik tertentu, baik dari keamuhannya dan kelemahannya masing-masing.

2. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Media pembelajaran berdasarkan jenisnya dapat pula dikelompokkan sebagai berikut :
a. Media asli hidup, seperti : aquarium dengan ikan dan tumbuhannya, terrarium dengan hewan darat dan tumbuhannya, kebun binatang dengan semua binatang yang ada, kebun percobaan/kebun botani dengan berbagai tumbuhan, insektarium (berupa kotak kaca yang berisi serangga, semut, anai-anai dan sebagainya).
b Media asli mati, misalnya : herbarium, taksidermi, awetan dalam botol, BIOPLASTIK, dan diorama (pameran hewan dan tumbuhan yang telah dikeringkan dengan kedudukannya seperti aslinya di alam).
c. Media asli benda tak hidup, contoh : berbagai jenis batuan ,mineral, kereta api, pesawat terbang, mobil, gedung, papan tulis, dan papan tempel.
d. Media asli tiruan atau model, seperti : model irisan bagian dalam bumi, model penampang batang, penampang daun, model boneka, model torso tubuh manusia yang dapat dilepas dan dipasang kembali, model globe, model atom, model DNA, maket.
e. Media grafis, bagan (chart), diagram grafik, poster, plakat, gambar, foto, lukisan.
f. Media dengar (audio) : program radio, tape recorder, piringan hitam, casete, tape.
g. Media pandang dengar (audio visual) : tv, video.
h. Media proyeksi :proyeksi diam contoh slide dan filmstrip
i. Media cetak.: buku cetak, Koran, majalah.
Sumber :
Nuryani, dkk. (2003).Common Textbook “Strategri Belajar Mengajar Biologi”. Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI
Pada bagian inmi dibahas media pembelajaran tiga dimensi yang terdiri atas media benda sebenarnya, media benda tiruan dan perangkat media tiga dimensi yang lainnya
Pengertian Benda Asli
Salah satu bentuk media pembelajaran yang termasuk dalam kategori tiga dimensi adalah benda-benda asli, atau wujud kenyataan kondisi yang sebenarnya. Dari segi efektivitas pengajaran, penggunaan benda sebenarnya sebagai media pembelajaran dapat memberikan urunan yang cukup berarti, terutama dari pemerolehan pengalaman yang bersifat langsung dan kongkrit. Karena segala peristiwa yang terungkap di dalam jalinan interaksi dengan media sebenarnya tersebut, cukuplah untuk mendapatkan peng-alaman langsung, lengkap dan kesan yang mendalam dari apa yang dipelajari, tepatlah apabila kita belajar melalui benda-benda atau keadaan yang sebenarnya. Ada yang menyebut media ini sebagai alat peraga langsung.
Pengertian yang termasuk dalam kategori media pembelajaran yang sebenarnya, baik benda yang hidup seperti manusia, tumbuhan, dan hewan, di samping benda mati dan benda tak hidup (anorganik). Ada dua cara yang ditempuh untuk belajar melalui benda sebenarnya, yaitu membawa kelas ke dunia luar atau membawa dunia ke dalam kelas. Untuk membawa kelas ke dunia luar caranya dapat melalui Widyawisata/Karyawisata, yaitu perjalanan ke luar kelas atau sekolah (wisata) untuk tujuan belajar (widya). Sedangkan untuk dapat membawa dunia (luar) ke dalam kelas adalah dengan cara menggunakan specimen atau barang contoh, yaitu benda-benda aseli baik dalam keadaan hidup dan utuh, maupun dalam keadaam mati ataupun sebagian dari benda aseli itu untuk diperagakan atau dipelajari di kelas atau di dalam ruang laboratorium khusus untuk pelajaran tertentu.
Media Benda Tak asli atau Tiruan
Media tiruan atau Model adalah merupakan tiruan dari benda yang berbentuk tiga dimensi yang dibuat sedemikian rupa sehingga serupa dalam bentuk dan tidak sama dalam hal-hal yang lainnya. Meskipun semua orang tahu, bahwa belajar melalui pengalaman lang-sung atau melalui benda sebenarnya mempunyai sejumlah keuntungan, perlu diketahui juga bahwa sejumlah besar keterbatasan akan teratasi dengan penggunaan model.
Model Irisan
Untuk memperlihatkan struktur bagian dalam suatu bentuk atau obyek agar men-dapatkan pengertian yang jelas tentang bagian-bagiannya maka digunakanlah model irisan. Model irisan ini dibuat dengan beberapa alasan yang antara lain benda aslinya tertutup dan terlalu besar, misalnya gunung berapi, sedang murid memerlukan penjelasan tentang struk- tur bagian dalamnya. Alasan lain adalah alasan kesesuaian, misalnya untuk mendapat pema-haman yang jelas tentang struktur bagian dalam mata manusia, kita tidak mungkin membuat irisan langsung pada tubuh manusia, sekalipun sudah mati. Untuk itu diperlihatkan tiruan untuknya.
Model Lapangan
Model lapangan ini dibuat untuk menerangkan suatu daerah tertentu atau kondisi wilayah tertentu. Misalnya pelabuhan udara, daerah perkebunan, proyek perumahan, dan sebagainya, Model lapangan dibuat untuk memperjelas lokasi suatu bangunan tertentu. Tentu saja model lapangan ini perlu dilengkapi dengan berbagai bentuk model yang sedang disederhanakan. Biasanya model semacam ini disebut maket (maquette).Walaupun dilengkapi dengan berbagai model yang disederhanakan dan juga menggunakan prinsip model perbanding-an, dalam model ini yang diutamakan adalah bentuk kejelasan lokasinya. Dengan model ini orang yang akan mempelajari atau menyelidiki lokasi suatu daerah akan mendapat kejelasan yang memadai melalui model ini.
Model Susunan
Model susunan dimaksudkan struktur bagian dalam dari suatu benda, disamping memperlihatkan bagian dalam obyek juga dapat dilepas atau dipreteli untuk dipelajari satu per satu sehingga memperjelas pengertian. Dan bila sudah selesai dapat diletakkan kembali pada posisinya semula. Model ini dapat berupa variasi dari model irisan. Model irisan sendiri dapat disebut model terbuka, karena menggambarkan obyek yang aslinya dalam keadaan tertutup ditampilkan dalam model yang terbuka. Untuk model terbuka sebaiknya siswa disuruh hati-hati waktu mempelajarinya. Karena disamping mahal harganya, juga agak mudah rusak dan apabila alat penyetelnya rusak dapat mengganggu penampilan model tersebut dan mungkin tidak dapat disusun seperti semula.
Model Utuh
Pada suatu saat guru mengalami kesulitan untuk menerangkan suatu obyek yang sebenarnya tidak terlalu kecil, sehingga mudah untuk dapat dilihat dengan mata dan juga tidak terlalu besar, sehingga mudah untuk dibawa masuk kelas, tetapi benda asli yang dimaksudkan tidak ada lagi atau tidak mudah terjangkau karena tempatnya sukar untuk dicapai atau benda tersebut terlalu rawan untuk ditampilkan langsung misalnya mudah hancur, mudah membusuk dan sebagainya.
Untuk mengatasi problem tersebut di atas, maka guru berusaha membuat tiruan yang baik bentuk dan ukurannya ini disebut model utuh. Umumnya model ini dapat dibuat dari bahan plastik atau bahan karet.
Peta dan Macamnya
Peta Timbul
Peta timbul adalah peta yang dapat menunjukkan tinggi rendahnya permukaan bumi. Secara fisik peta timbul adalah termasuk model lapangan juga, walaupun untuk obyek lokasi yang lebih luas. Peta timbul mempunyai ukuran panjang, lebar, dan dalam (lekukan relief). Keuntungan peta timbul jika dibandingkan dengan peta datar adalah lebih mudah memberikan pengertian atau gambaran tentang keadaan permukaan bumi.
Dengan melihat peta timbul siswa memperoleh gambaran yang jelas tentang perbedaan letak tepi pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, gunung berapi, lembah, danau-danau, dan sebagainya. Siswa akan mudah memperoleh pengertian atau memahami mengapa tinggi tempat/gunung diukur dari permukaan air laut dan sebagainya.
Peta timbul dapat dibuat oleh guru oleh guru bersama siswa. Dengan demikian akan dapat memupuk daya kreasi dan imajinasi siswa. Disamping itu dapat pula memupuk rasa tanggungjawab bersama terhadap hasil karya bersama. Berbagai macam bahan yang dapat dipakai untuk membuat peta timbul, antara lain: semen, tanah liat, serbuk gergaji, bubur kertas koran, dan lain-lain. Tentu saja pemilihan bahan yang akan dipakai harus disesuaikan dengan keperluan peta timbul yang akan dibuat. Misalnya apabila kita akan membuat peta timbul ukuran besar yang diletakkan dihalaman sekolah, lebih tepat bila menggunakan semen dan pasir. Sedangkan untuk membuat peta timbul yang dapat dipakai di dalam kelas dan dengan mudah dapat dibawa dari kelas yang satu ke kelas yang lain, lebih tepat kalau dibuat dari bahan yang ringan, yaitu bubur kertas koran.
Perangkat Lain Media Tiga Dimensi
Pada bahasan ini dibicarakan beberapa media tiga dimensi yang bukan karena aseli atau tiruannya dibahas disini tetapi karena perangkatnya atau unsur perangkatnya berwujud tiga dimensi. Berturut-turut dibahas Mock-up, Diorama, Ritatoon, Rotatoon, dan Standar Lembar Balik.
Mock-up
Mock-up adalah alat tiruan tiga dimensi yang dapat memperlihatkan fungsi atau gerakan dari aspek tertentu saja dari benda, alat atau obyek yang akan diterangkan. Pada mock-up hanya nampak bagian yang penting yang perlu diperagakan gerakannya atau proses kerjanya kepada siswa, sedang bagian kecil lainnya yang dianggap tidak penting atau yang dapat mengganggu perhatian siswa dihilangkan.
Jadi sebenarnya mock-up terletak ditengah-tengah model tiruan dengan benda sebe-narnya. Dikatakan model tidak tepat, karena dapat memperlihatkan fungsi sebenarnya dari bagian alat itu, sebaliknya disebut benda sebenarnya juga tidak tepat, karena bagian-bagian lain dari bentuk benda aslinya yang tidak diterangkan, dihilangkan. Selain itu bahan baku yang dibuat untuk alat ini bisa dibuat dari bahan yang lain dari benda atau peralatan aslinya. Misalnya siswa waktu belajar tentang fungsi bel listrik. Pertama dapat dibuat model rumah yang sederhana, kemudian dibuat perangkat bel listrik yang sebenarnya dan dihubungkan dengan listrik (battery atau accu). Bel listrik ditempelkan pada dinding rumah-rumahan tersebut. Dengan demikian siswa dapat melihat proses kerjanya bel listrik dan tahu cara meletakkan bel listrik dan tahu cara meletakkan bel listrik yang baik. Contoh lain misalnya dibuat mock-up traffick light ukuran kecil yang dapat menyala. Kemudian dibuatkan model lapangan yang menggambarkan perempatan jalan dan traffick light tadi dipasang pada posisi yang tepat.
Dengan menggunakan mobil-mobilan kecil anak dapat bermain lalu-lintas dengan menggunakan traffick light tiruan tadi. Khusus untuk mock-up traffic light-nya dapat dibuat dari bahan yang nantinya benar-benar dapat memperagakan seperti keadaan yang sebenarnya. Lampunya benar-benar dapat menyala (warna merah, kuning dan hijau).
Contoh yang lain misalnya seorang calon pilot pesawat terbang menggunakan mock-up yang berupa tiruan cockpit pesawat yang lengkap dengan semua panel yang persis seperti pada cockpit pewasat terbang yang sebenarnya. Hanya untuk situasi yang menggambarkan landasan pacu dan landasan untuk landing pesawat, serta suasana lalu lintas udara digambarkan dalam video pada layar monitor yang ada di depan sang calon pilot tersebut. Dengan peralatan seperti ini sang calon pilot dapat berlatih melakukan take-off maupun landing/mendaratkan pesawatnya dengan benar dan aman.
Banyak juga mock-up yang sengaja dibuat dan perdagangkan sebagai mainan anak-anak. Misalnya mock-up kapal-kapalan yang dilengkapi dengan baling-baling sebagai tenaga pendorong dan dapat berjalan/meluncur di air, mock-up lokomotif atau mock-up mesin uap yang dapat berfungsi persis seperti lokomotif atau mesin uap yang sebenarnya, yaitu dengan jalan mengisi air pada tangki mesin tersebut, kemudian ketel kita bakar (dengan bahan bakar spiritus misalnya). Begitu air mendidih maka lokomotif tersebut dapat bekerja persis seperti lokomotif yang asli.
Diorama
Yang dimaksud dengan diorama adalah medium berupa kotak atau bentuk tiga dimensi yang lain yang melukiskan suatu pemandangan yang mempunyai latar belakang dengan prespektif yang sebenarnya, sehingga menggambarkan suatu suasana yang sebenarnya. Diorama adalah merupakan gabungan antara model dengan gambar prespektif dalam suatu penampilan yang utuh. Dengan diorama kesan visual yang diperoleh siswa lebih hidup. Peragaan melalui medium diorama bisa dilengkapi dengan lampu warna tertentu sehingga lebih memberikan kesan hidup dan dramatis. Diorama dapat dibuat dalam ukuran yang diperkecil, tetapi dapat pula dibuat dalam ukuran yang sebenarnya.
Adapun objek yang dapat dibuat diorama, misalnya kampung nelayan di pantai, rumah adat atau perkampungan tradisional suku tertentu dengan aktivitas penghuninya atau dapat pula dibuat diorama yang menggambarkan suatu peristiwa penting masa lalu yang dicatat dalam sejarah. Diorama yang dibuat dengan ukuran besar/sebenarnya dapat anda temukan misalnya di lantai dasar Monumen Nasional (Monas), museum Lobang Buaya, Museum Stratria Mandala Jakarta, di samping diorama tersebut dibuat dengan ukuran besar juga dilengkapi dengan lampu sebagai pemberi suasana agar berkesan hidup. Selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung suasana, sehingga menjadi nampak lebih “hidup”.
Diorama yang dibuat dengan ukuran yang besar atau mendekati ukuran sebenarnya misalnya diorama yang terdapat/dibuat di lantai dasar Museum Nasional (MONAS) di Jakarta. Diorama ini menggambarkan sejarah perkembangan bangsa Indonesia ini mulai dari jaman purba sampai dengan jaman modern, yaitu sampai dengan peristiwa-peristiwa penting di tahun 1960-an. Dengan demikian maka para penonton akan mendapat gambaran yang agak lengkap dan runtut tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia dari waktu ke waktu.
Demikian pula seri diorama yang terdapat di Museum Satria Mandala Jakarta juga dipajang sejumlah diorama yang mengambarkan sejarah perkembangan dari Tentara Nasional kita (TNI) mulai jaman pra-kemerdekaan sampai pada masa bangsa Indonesia sadah mengalami kemajuan seperti sekarang ini. Di Museum Lobang Buaya juga dilengkapi dengan ruang diorama yang dibuat mengenang peritiwa Lobang Buaya tahun 1965. Pada diorama tersebut selain ukuran model dari tokoh-tokohnya yang dibuat dalam ukuran asli juga dikenakan pakaian/kostum aslinya yang pernah dipakai oleh para tokoh dalam peristiwa sejarah tersebut. Sehingga dengan diorama yang dibuat dengan cara ini akan lebih memberikan kesan “hidup” atau menghidupkan kembali peristiwa masa lalu, serta bagi penonton yang melihatnya akan lebih berkesan mendalam baginya.
Beberapa contoh diorama di atas semuanya adalah diorama yang dipajang secara permanen, sehingga penonton atau pengunjunglah yang berkeliling untuk menontonnya. Sedangkan untuk diorama yang dipertontonkan di kelas adalah diorama yang tidak permanen, artinya bisa dipindah-pindahkan sewaktu-waktu dan disimpan jika selesai digunakan. Oleh sebab itu diorama jenis ini harus dibuat dari bahan yang cukup ringan dan ukurannyapun tidak terlalu desar, tetapi dapat dilihat dengan jelas bila dipertontonkan di kelas. Berikut kita bahas tentang diorama yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di kelas.
Ritatoon
Ritatoon adalah serangkaian gambar berbingkai atau gambar seri. Jadi sebenarnya wujut gambarnya sendiri bukan tiga dimensi, melainkan dua dimensi.Tetapi karena perangkat untuk meletakkan gambar berbingkai tersebut tiga dimensi, maka ritatoon termasuk golongan media yang ujud perangkatnya tiga dimensi.
Tempat gambar seri tersebut berupa sebuah papan yang diberi lajur-lajur berlobang/seperti parit untuk menempatkan bingkai-bingkai gambar tadi secara vertikal dan berjajar. Ritatoon terdiri dari seri beberapa gambar dapat 5 atau enam dan dapat pula lebih banyak lagi. Pada tiap gambar dibaliknya terdapat sketsa gambar yang serupa dengan gambar yang ditampilkan dengan sedikit keterangan tentang gambar tersebut. Satu set gambar seri yang dipersiapkan merupakan serangkaian gambar yang dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran tertentu.
Rotatoon
Rotatoon sebenarnya prinsipnya adalah gambar seri juga. Bedanya dengan ritatoon adalah rotatoon merupakan gambar seri yang berhubungan. Rotatoon dibahas dalam media tiga dimensi bukan karena gambarnya, melainkan karena perangkat untuk menampilkan berujud tiga dimensi. Rotatoon sebenarnya adalah merupakan penggunaan semacam “wayang beber” yang disempurnakan.
Dengan menggunakan kotak persegi panjang yang dilobangi bagian muka dan bagian belakangnya, sehingga dapat terlihat gambar-gambar yang telah digulung pada gulungan yang diletakkan pada bagian tepi kotak tersebut. Besar lobang yang kita buat adalah dengan perbandingan seperti pada layar televisi. Dengan alat pemutar gambar seri tersebut dapat ditampilkan secara berurutan. Dengan kata lain rotatoon adalah semacam film strip tanpa proyeksi. Lobang depan dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai layar telivisi dan dengan demikian akan menarik perhatian anak.
Mengingat sebagian besar Sekolah Dasar di Indonesia belum memiliki alat-alat pro-yeksi dan banyak daerah belum berlistrik maka rotatoon dapat digunakan sebagai pengganti film strip. Sekali membuat rangkaian gambar/gulungan gambar seri, dapat dipakai berulang-ulang, asal disimpan dengan baik dan jangan sampai dibuat mainan sendiri oleh anak-anak.
Penggunaan ritatoon pada prinsipnya sama dengan gambar seri yang lain, yaitu pada bagian belakang setiap gambar tersebut dilengkapi sketsa dari gambar yang berada di depannya. Dengan cara demikian guru tidak perlu melihat lagi ke depan pada waktu menje-laskan atau menceritakan gambar tersebut.

Untuk ukuran ideal sebuat rotatoon sebaiknya kita buat seperti proporsi lebarnya layar televisi. Jika kelas dapat melihat gambar secara jelas televisi yang berukuran 25 inci, maka lebar tempat gambar untuk rotatoon juga kita buat sebesar itu.
Standar Lembar Balik
Sesuai dengan namanya Standar Lembar Balik adalah standar yang dapat dipakai untuk menyajikan gambar seri dengan cara membalik-balik gambar seri tersebut. Media ini digolongkan tiga dimensi karena perangkat yang digunakan berujud tiga dimensi, yaitu standarnya. Alat ini dibuat dari standar yang berkaki empat dan seberkas gambar/bagan yang telah tersusun sesuai dengan urutan penyajiannya. Bahan untuk membuat standar ini dapat dibuat dari kayu, bambu, rotan, atau dapat juga dari besi. Tentu saja jika dibuat dari besi cara membuatnya juga lebih sukar, biasanya lebih mahal, tetapi penggunaannya lebih tahan lama dan lebih kuat.
Definisi, Fungsi, Ciri-ciri AVA
Posted on Maret 10, 2008 by warto
AVA (AUDIO VISUAL AIDS)
Audio: radio (suara)
Visua : grafik, gambar, dapat dilihat
Audio Visual : kombinasi antara gambar dan suara
Pengertian AVA : alat bantu yang mengkombinasikan antara suara dan gambar
Fungsi AVA
1. Fungsi Atensi: menarik dan mengarahkan perhatian komunikan untuk berkonsentrasi pada isi dakwah yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan.
2. Fungsi Kognitif: memperlancar pencapaian, bertujuan untuk memahami dan mengingat pesan yang disampaikan.
3. Fungsi Kompensatoris: membantu mengakomodasi komunikan yang lemah dan lambat dalam memahami uji materi dakwah
Ciri-ciri AVA
Rudi Bretz (1977)
1. Suara
2. Visual
3. Gerak : gambar visual, garis, simbol

Delapan 8 klasifikasi media klasifikasi media
1. Media audio audio visual gerak : tv
2. Media audio visual diam : slow-scan tv
3. Media audio semi gerak : tulisan jauh
4. Media visual gerak : film bisu
5. Media visual diam : faximile
6. Media visual semi gerak
7. Media audio : radio
8. Media cetak : koran

1. Omar Hamalik (1985)
Empat (4) klasifikasi media pengajaran :
1. Alat-alat visual yang ditulis: filmstrit, transparansi, micro projection, papan tulis, dan lain-lain.
2. Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar: phonograph record, radio, rekaman
3. Alat-alat yang dapat didengar dan dilihat: tv, film, benda-benda tiga dimnsi
4. Dramatisasi, bermain peranan sosidrama, sandiwara dan lain sebagainya.

Gagne
Tujuh (7) pengelompokan media
Benda untuk direkomendasikan:
1. Komunikasi lisan
2. Gambar cetak
3. Gambar diam
4. Gambar gerak
5. Film bersuara
6. Mesin belajar
Cara Penggunaan AVA yang Efisien
1.
1. Digunakan untuk menampilkan rangkuman secara urut
2. digunnakan untuk menampilkan visualisasi statistik dengan mempersiapkan grafik
3. digunakan untuk mengilustrasikan dan menguatkan pendapat
4. Untuk memperjelas ide-ide kita secara nyata
5. Memperhatikan audiens tentang kunci pemikiran
6. Tidak memberikan copian/handout pada peserta
7. Tidak membaca apa adanya
8. Tidak menggunakan copian

PENGERTIAN SCIENCE
Perkataan science (bahasa inggris) berasal dari bahasa Latin yaitu scientis, yang berarti pengetahuan. Jadi science merupakan pengetahuan, tetapi pernyataan ini sangat luas cakupannya. Suatu bidang materi ilmu pengetahuan yang luas ini perlu pengkhusussan, yaitu suatu pengetahuan yang terorganisir yang daat kita sebut “science”.
Perkataan science dalam bahasa Jerman yaitu wisaencheft yang artinya pernyataan kumpulan pengetahuan diartikan untuk menyampaikan pengertian bahwa ada beberapa organisasi kumpulan pengetahuan, seperti halnya dengan tubuh manusiasebagai kumpulan bagian-bagian komponennya yang terorganisir secara sistematik. Tak ada pembatasan untuk menyatakan secara spesifik terhadap dunia alamiah, tetapi hakekat opservasi dinyatakan secara spesifik. Sesungguhnya science adalah dunia alamiah atau dunia zat, baik berupa makhlukhidup maupun benda-benda mati yang dapat diobservasi.
Definisi metode dan observasi yang menekankan pada hakekat science yang dinamis. Selama orang dapat melanjutkan untuk mengobservasi dan menggunakan metode ilmiah, maka science merupakan ilmu pengetahuan yang dinamis, tidak statis, baik dalam prinsip maupun praktek

About mamikslawi

MAMIK INGIN HIDUPKU BERARTI BAGI ORANG LAIN
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s